SURABAYA, sambong.id – Perkembangan olahraga rekreasi dan prestasi pickleball di Provinsi Jawa Timur terbukti bukan sekadar tren gaya hidup sesaat (fomo). Penguatan ekosistem olahraga raket modern ini dibuktikan secara mendalam melalui pembukaan ajang bergengsi Eastjava Pickleball Championship (EPC) Piala Gubernur Jawa Timur 2026 yang digelar di Kota Surabaya pada akhir Agustus 2026.
Turnamen skala internasional tersebut sukses menyedot animo hingga 850 peserta. Antusiasme peserta tidak hanya datang dari berbagai penjuru Nusantara, melainkan juga diramaikan oleh atlet-atlet mancanegara asal lima negara tetangga dan global, yakni Australia, Prancis, Belanda, China, dan Rusia. Kehadiran para pebulu pickleball dunia ini menjadi momentum emas bagi atlet lokal Jawa Timur untuk menguji kemampuan teknik, ketahanan fisik, serta menimba pengalaman bertanding langsung di level kompetisi internasional.
Membangun Ekosistem Terstruktur dari Akar Rumput
Ketua Pengurus Provinsi Indonesia Pickleball Federation (IPF) Jawa Timur, Syaqif Constantin Arsalan, menegaskan bahwa kejuaraan EPC 2026 merupakan manifestasi konkret dalam merancang ekosistem pickleball yang kokoh, berkelanjutan, dan profesional di wilayah Jawa Timur.
“Ini bukan olahraga fomo atau sekadar ikut-ikutan tren, karena kita membangunnya secara terstruktur dari grassroot (akar rumput), pembinaan prestasi, industrialisasi olahraga, baru kemudian penguatan publikasi masif,” tegas Syaqif saat ditemui di lokasi kejuaraan di Surabaya, Sabtu (29/8/2026).
Ajang EPC Piala Gubernur Jatim 2026 dirancang sebagai kompetisi terbuka berskala besar yang mengakomodasi berbagai kelompok umur dan tingkat keahlian. Dalam helatan tahun ini, panitia menyelenggarakan sebanyak 17 kategori pertandingan dengan total hadiah uang tunai mencapai Rp120 juta.
Syaqif menambahkan, sebagai pilar pendukung kemajuan olahraga ini, IPF Jawa Timur telah merampungkan pembentukan kepengurusan cabang di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Langkah strategis ini diambil agar proses penjaringan bibit unggul atlet pickleball dapat menjangkau hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Infrastruktur Jawa Timur Melampaui Jabodetabek
Perkembangan pesat pickleball di Jawa Timur mendapatkan apresiasi dan sorotan khusus dari Pengurus Besar Indonesia Pickleball Federation (PB IPF). Ketua Umum PB IPF, Muhammad Nazaruddin, yang hadir langsung menyaksikan jalannya pertandingan di Surabaya, mengakui eksponensial pertumbuhan olahraga ini dalam dua tahun terakhir.
Menurut catatan PB IPF, Provinsi Jawa Timur kini sah menjadi salah satu barometer utama infrastruktur pickleball nasional di Indonesia, melampaui wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Data Perkembangan Infrastruktur Pickleball Jawa Timur 2026:
- Total Lapangan di Jawa Timur: ~500 lapangan aktif (Melampaui Jabodetabek yang tercatat memiliki ~425 lapangan).
- Cakupan Kepengurusan Daerah: 100% terbentuk di 38 Kabupaten/Kota Jawa Timur.
- Minimal Fasilitas Daerah: Minimal 4 lapangan khusus pickleball di setiap kabupaten/kota.
- Total Peserta EPC 2026: 850 Atlet (Lokal, Nasional, dan 5 Negara Mancanegara).
- Total Hadiah Kejuaraan: Rp120.000.000,- tunai dalam 17 kategori tanding.
“Pickleball saat ini memang sedang sangat hits di seluruh Indonesia. Namun, Jawa Timur menunjukkan komitmen luar biasa dengan penyediaan infrastruktur yang sangat masif, menembus angka 500 lapangan,” ungkap Muhammad Nazaruddin di Surabaya.

Posting Komentar